(Bab 8)

Banyak hal yang pernah tidak kusukai malah kusukai sekarang.

Dulu, kawanku pernah mengenalkanku pada shredding-an si Yngwie. Dan begitu kudengarkan, rasa-rasanya kupingku tidak bisa membuka pintunya pada si Ikonoklas dari Swedia tersebut untuk bertamu di dalam koklea ini. Bahkan kudeklarasikan pada kawanku itu kalau aku tidak menyukai dengan derajat lumayan tinggi musik ingar-bingar semacam itu. Kupingku masih menyukai dendangan Ebiet G Ade setelah mendepak lagu-lagu Malaysia kala itu. Tahukah kamu, bahwa setelah kutemukan sisi sendu dari sayatan gitar kaum Quaker itu aku langsung menyukainya? Bahkan sampai kupinggirkan syair-syair hidup Ebiet G Ade untuk kemudian fokus pada rock yang melodius itu. Malah syair-syair hidup dari Jogjakarta itu kurasakan menanjak saat kucerna lirik-lirik Yngwie Malmsteen. Jadilah aku keranjingan pada musik minor itu. Tidak kudengarkan sama sekali musik-musik yang pernah kusukai sebelumnya.

Lain waktu, aku mulai menyenangi lagu-lagu slow rock dari Barat. Kucari-cari video band-band jadul yang para personilnya berambut panjang nan ikal. Pencarianku berakhir pada sebuah cover VCD yang di atasnya tergambar seorang bassist yang berambut panjang. Belum lagi gambar si vokalis yang rambut panjangnya berwarna emas. Kuseretlah video itu ke dalam video player. Hoeks! Kupingku tidak bisa menerima tamu baru lagi rupanya. Tamu baru yang membawa musik yang tak teratur ini kuusir dengan segera dari timpanumku. Aku bahkan pernah mencibir musiknya yang kala itu kucerna sangat tidak teratur dengan sarkasme. Tapi tahukah kamu, bahwa setelah rasa penasaranku menjemput lagi tamu baru yang sudah kuusir itu ternyata mereka membawa sesuatu yang baru padaku? Ketidakteraturan musiknya itu ternyata menarik. Kerennya, ada lagu di dalam lagu yang mereka bawakan. Jadilah aku tergila-gila dengan Dream Theater. Aku mulai meninggalkan kitab-kitab musik melayu lokal menuju  kitab musik benua seberang. Sesuatu yang tidak pernah kusuka sebelumnya.

Pun dalam berpakaian, aku seperti itu. Beranjak remaja, aku begitu menyenangi kemeja dan celana denim. Tidak main, tidak berdiam diri di rumah, selalu kukenakan kemeja dan celana denim. Tidak untuk acara resmi, tidak untuk acara santai, kemeja dan celana denim selalu menempel pada tubuhku. Aku mencintainya. Sampai tiba saat aku berbenturan dengan orang-orang Rohis di sekolahku. Aku kembali membenci kemeja berikut pakaian-pakaian resmi semacamnya. Aku rindu balik pada pelukan kaos oblong dan himpitan celana jeans setelah mandi.

Sampai sekarang. Atas nama “tidak-rapih-Islam-pun-bisa-kupeluk-dan-kuamalkan” penampilanku masih merupakan hasil benturan dengan orang-orang Rohis itu. Dalam pengajian yang kuikuti, helaian penutup auratku masih merupakan anomali di antara lembaran-lembaran penutup aurat yang lainnya. Dalam berjamaah di mesjid pun seperti itu. Aku bahkan pernah disindir oleh guruku saat hendak pergi ke mesjid dengan penampilan seadanya. Tawa saja aku saat itu.

***

Dzuhur itu, sambil menuju shaf pertama, lirikanku tertuju pada dua orang yang berpapah bersama menuju shaf sebelah kanan. Orang sebelah kiri memapah orang yang sebelah kanan. Orang yang dipapah di sebelah kanan itu adalah seorang buta; tunanetra. Aku mulai merasa dihenyak oleh penampilan rapinya. Melambatlah aku di sana. Imanen seketika. Tunanetra itu, biar tidak melihat dengan kedua matanya, ia begitu memperhatikan penampilannya dalam rangka menyembah-Nya. Sedang aku? AstaghfiruLlaah…

Banyak hal yang kusenangi dulu berbalik menjadi tak kusenangi.

——————————————————————————————-

*Kenapa aku tertawa saat ada seorang pemuda dengan rambut Mowhak shalat di sebelahku tadi?

Advertisements

Ada yang ingin disampaikan?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s