(Bab 31)

Saya baru mengenalnya beberapa minggu ke belakang karena suatu kepentingan. Hari-hari yang kami lalui setelah itu pun diisi dengan kejarangan komunikasi. Sesekali lewat sebuah media kami serasa begitu dekat dalam membahas suatu persoalan. Tapi sungguh kami tidak saling mengenal. Maka, ketika beberapa minggu ke depannya saya mendapatkan sebuah pesan singkat darinya, saya tidak mengetahui kategori pesan singkat tersebut. Apakah hanya sekadar notifikasi belaka atau memang sepercik keluhan. Isinya memang cerita tentang bagaimana mantan kekasihnya dulu sering mengontaknya namun tak pernah ia acuhkan.

Ia pernah begitu kaget ketika saya membalas pesan singkatnya, di hari itu, dengan nomor yang menurutnya sama dengan nomor HP mantannya. Mereka dipisahkan karena tidak direstui oleh orangtua. Kini, setelah hidup dengan keluarga kecil yang mereka bangun masing-masing, si mantan ingin mengetahui kehidupan teman saya yang pernah mengisi relung hatinya itu. Berkali-kali dia menanyakan kabar lewat SMS. Berkali-kali pula teman saya itu tidak menghiraukannya.

Saya yang mendapatkan pesan singkatnya tentang cerita itu, merasakan sesuatu. Kadang saya ini perasa. Maka, ketika teman saya itu beberapa kali bercerita tentang kejadian tersebut, saya menyarankannya untuk membalas pesan singkat mantannya itu sekali saja kalau memang tidak ingin dihubungi terus. Supaya tidak dibilang sombong, begitu kata saya. Tapi sungguh di luar dugaan, teman saya itu berteguh diri untuk ketaatan pada suaminya. Ia telah berjanji pada suaminya untuk tidak melakukan kontak lagi dengan mantannya itu.

Biarlah dibilang sombong juga. Buat saya, yang terpenting adalah sikap taat saya pada suami. Hanya itu yang saya inginkan. Sombong pun hanya di mata manusia yang tidak bisa memberikan saya pahala. Tidak di mata Allah,” jelasnya pada saya.

Di saat para Muslimah dewasa ini menjauhkan diri dari ketentuan-ketentuannya selaku perempuan dalam berislam, ia menjadi satu-satunya pembanding bagi sekian jumlah perempuan lainnya dalam hal ketaatan pada suami. Saya percaya itu.

Advertisements

Ada yang ingin disampaikan?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s