Siapa Bilang Indonesia Negara Gagal?

Negara Berhasil[1]

Sebagai negara pluralis, Indonesia telah berhasil mengotori akidah umatnya;

sebagai negara yang pernah mengizinkan PKI hidup, Indonesia telah berhasil menghisap setiap tetes darah penduduknya;

sebagai negara yang melokalisasikan pelacuran, Indonesia telah berhasil mencemarkan kehormatan bangsanya;

sebagai negara yang melimpah ruah kepemilikan umumnya, Indonesia telah berhasil memfoya-foyakan harta kekayaannya;

sebagai negara yang ramah, Indonesia telah berhasil membiarkan setiap inci tanah airnya lepas didikte asing;

sebagai negara yang penuh utang, Indonesia telah berhasil melelang kedaulatan rakyatnya;

sebagai negara yang memiliki program KB, Indonesia telah berhasil menekan angka kelahiran generasi-generasi terbaik umat Islam; dan

sebagai negara yang sok pintar, Indonesia telah berhasil membangun diri di atas paradigma yang salah.

Ketika negara tikus ini mengandung banyak kasus;

ketika negara liberal ini mengalami banyak aral;

ketika negara yang penuh intrik ini memicu banyak konflik;

ketika negara penyetara gender ini menjadi keblinger;

ketika negara sekular ini melahirkan banyak kerusakan multidimensi yang menjalar;

ketika negara penjunjung HAM ini menimbulkan banyak ketidaksepemahaman;

ketika negara pengagung kebebasan ini meresahkan masyarakat di semua lapisan;

serta

ketika politik di negeri ini bersifat oportunistik;

ketika kebudayaan di negeri ini menopang kebebasan;

ketika liberalisasi ekonomi di negeri ini tak seenak Es Moni[2] dan menghegemoni;

ketika kapitalisasi pendidikan di negeri ini menyebalkan;

ketika pejabat negeri ini membuat rakyat melarat;

ketika Gayus tak kunjung diberangus;

ketika Ariel dan Luna terbebas dari hukuman berzina;

ketika PSSI yang lebih membutuhkan revolusi;

ketika Om Beye mulai menya-menye;

ketika Om Budi tak berbudi; dan

ketika partai-partai bertambah lebay;

negara ini sungguh telah berhasil.

Ya, negara ini sungguh telah berhasil menyulut api revolusi pada hati setiap rakyat yang terzalimi dan mendorong membuat rakyat memutus tsiqat dalam tindakan dlarbul ‘alaqat.

Maka, kuucapkan salam berkah bagi negeri yang akan menerapkan Islam secara kaffah dalam naungan ad-Daulah al-Khilafah al-Islamiyah ats-Tsaniyah 🙂


[1] Mengutip Pidi Baiq, Ini pendapat saya. Pendapat masyarakat adalah salah. Pendapat sayalah yang benar bahwa pendapat saya salah :p

[2] Es Moni adalah jajanan saya waktu SD. Rasanya macem2. Murah meriah harganya. Hanya saja saya lupa berapa harganya 😀

Advertisements

Ada yang ingin disampaikan?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s