Surat Tertutup

Bukan Ruang dan Waktu, (titimangsa tak terdata)

Kepada Yth.
Bukan Siapa-siapa
Di
Entah Mana

Salam,
Semoga rahmat Allah SWT masih kita rawat baik-baik dari ujung rambut sampai ujung jari kaki ini, dan dari kedalaman jiwa sampai performa ekspresi keseharian kita. Shalawat dan salam semoga masih tercurah berkat lisan-lisan kita juga, kepada Nabi Muhammad SAW, keluarganya, para sahabatnya, serta pengikutnya, sampai langit diruntuhkan dan bumi diamblaskan. Amma ba’du.
Sesiapa saja di sana, duhai, perjuangan ini memang tidak mudah. Satu tangan tidak akan sanggup melakukannya. Seperti sebuah lilin yang hendak memanaskan air dalam sebuah tong kaleng, bagaimanakah ia dapat membuat air menjadi panas?
Seringnya kita ini terlalu arogan: tidak memperhatikan bahwa kita sama-sama mempunyai kewajiban saat mereka merelakan perutnya keroncongan lantaran lebih memilih kita untuk menyantap makanannya. Tidak ada resiprokalitas di antara kita. Sehingga sistem terbaik yang mestinya berjalan secara sempurna menjadi tersendat-sendat geriginya karena ulah kita.
Jika kita, aku dan kamu, mengaku sebagai bagian dari sebuah jamaah, maka perhatikan ini baik-baik. Kita sebenarnya tengah berharap datangnya sesuatu yang amat kita harap-harapkan namun ada yang tak berharap kita berharap-harap begini sehingga harapan kita senyatanya adalah kopong.

Hormat Saya,

Penuntut Saat Kalian Menuntut

Advertisements

Ada yang ingin disampaikan?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s