(Bab 46)

Aku kehilangan tawa mereka di kelas. Saat cerah ataupun mendung. Penantian mereka di bangku masing-masing benar-benar menaruhkan rindu di palung hatiku.

Sesuci dan sepolos itu, di tanah ilusi yang dimanipulasi orang. Bagaimana aku menjadi muak mendapatinya. Sampai sekarang, saat aku berada di luar, dan entah menjadi apa dan siapa.

Dua remaja tunarungu putri yang kudapati di belakang stasiun tua itu, yang sedang berbincang dengan tangan-tangannya yang saling berisyarat, membuatku pilu. Terlebih setelah aku mendengar monolog kawanku:

“Hanya ada dua pilihan saat orang berilmu: mengajarkannya ataukah mendiamkan dalam kepalanya, memanfaatkannya untuk kebaikan atau sebaliknya.”

Setelah itu dia berkata bahwa Nabi SAW pernah mewanti-wanti tentang suatu perkara ini: “…dan ilmumu kau gunakan untuk apa…”

Allaahu akbar 😥

Advertisements

Ada yang ingin disampaikan?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s