[Individual Review] Laptop ASUS X441S

Sependek saya googling mencari review individual seputar Asus X441S, per Februari 2017 ini (ternyata masih) nihil. Kalau review dari situs-situs teknologi sih banyak. Tapi rasanya kurang greget. Saya mencari review individual dari para pengguna harian Asus X441S yang diangkat di blog-blog pribadi mereka.

Padahal Asus X441S ini kan keluaran tahun 2016 kemarin. Tapi kok sepertinya tidak banyak yang menggunakan laptop seri ini. Saya cari thread khusus Asus X441S ini di Kaskus pun nihil. Begitu mau tanya-tanya di thread komunitas pengguna laptop Asus, eh threadnya sudah digembok hansip -_-

Sekarang kepikiran begini; saya buat saja review individual sebulan menggunakan Asus X441S ini. Tadinya ingin mencari tahu pengalaman apa saja yang didapat oleh mereka yang menggunakan Asus X441S ini. Soalnya saya sendiri mengalami hal yang cukup mengecewakan dan mencari kawan senasib biar hati ini sedikit tenang 😀

Kenapa?

Belum tepat sebulan saya membeli Asus X441S ini. Sayang, di suatu malam saya sedang memangkunya, bagian bawah laptop malah terasa hangat. Begitu disentuh langsung dengan tangan, kok kehangatannya itu dusta (baca: malah jadi panas!) 😀

Iya, bagian bawah laptop saya ini ternyata panas! Padahal tiga minggu ke belakang, persis setelah saya membeli laptop ini tidak pernah sekalipun terasa sepanas ini. Karena penasaran dengan suhunya, saya mengeceknya dengan software RealTemp dan, o my God, suhunya berada di rentang 60-70! Bahkan sesekali sampai di angka 85.

Angka 85 tentu saja mengagetkan saya, mengingat Asus X441S yang berprosesor Intel Dual Core N3060 ini batas maksimal suhu yang ditoleransinya adalah 90. Itu artinya, tinggal tambah angka 5 saja mungkin laptop saya akan mati karena overheat.

Pertama menghadapi kejadian ini saya bingung. Kenapa dan apa yang sedang terjadi?

Saya langsung mengecek ventilasi di sisi kiri laptop, yang ternyata tidak ada lagi angin yang terhembus. Spontan saya menyimpulkan kalau cooling fan yang tertanam di dalamnya sudah tidak lagi berputar. Permukaan laptop pun menjadi hangat-panas terasa. Sistem Ice Cool yang difiturkan di laptop ini sepertinya sudah tidak berfungsi juga.

Saya kalut. Belum pun genap satu bulan, laptop yang didaulat untuk menemani hari-hari perjuangan saya sudah kalah di awal. Bayangan saya sudah merasa emoh sekali untuk sekadar membawa laptop baru ini ke Asus Service Center.

Saya lantas mencari informasi ke sana-sini, sampai menemukan software SpeedFan yang konon katanya bisa memboost fan untuk mendinginkan laptop yang kepanasan. Tapi setelah dicoba, ternyata sama saja. Panas di laptop saya ini tidak kunjung hilang. Mungkin saya belum terampil menggunakan SpeedFan. Tutorial berbahasa Inggris dan full of istilah-istilah komputer yang belum saya pahami, belum saya mengerti penuh! 😀

ASUS x441S
My Dear Enci Lapenci

Mungkin ini takdir seorang seonggok Enci Lapenci[1]. Saya hanya bisa menerimanya dengan tetap selalu berikhtiar untuk kembali menormalkannya. Meski kalau lihat buku panduannya, di sana tertera keterangan/peringatan bahwa bagian bawah laptop ini bisa terasa hangat hingga panas ketika sedang digunakan. Mengetahuinya, saya sedikit lega karena rupanya –mungkin– memang begini watak Asus X441S. Karena itu saya mencari opini lain dari sesama pengguna Asus X441S ini.

Di sisi lain, hal ini sedikit terkuatkan karena ternyata, saya cermati, tampaknya cooling fan yang tertanam di dalam laptop ini masih berputar. Hanya saja entah kenapa tidak ada angin yang berhembus keluar dari ventilasi sebagai penanda bahwa cooling system-nya masih semi-berjalan. Setidaknya, panas laptop ini bukan disebabkan oleh fan-nya yang rusak. Mungkin karena sirkulasi di dalamnya terhambat entah oleh apa. Mungkin debu-debu kasur dan bantal di mana saya pernah bermesraan dengan Si Enci ini sudah terhisap dan mengendap di dalam.

Sekarang apa?

Sambil meminta pertolongan kepada Allah SWT untuk kesembuhan Si Enci ini, saya tetap berusaha untuk mencari tahu sedang terjadi apakah gerangan di dalam tubuh Si Enci ini.

Mungkin Anda sebagai pengguna Asus X441S yang membaca esai ini bisa berbagi dengan saya perihal keseharian laptop besutan brand besar ini menurut pengalaman masing-masing.

Ya, begitu saja harapan saya saat ini. Terima kasih sudah mau (-maunya) membaca bagi Anda yang sudah membaca esai ini 😀

Ditunggu sharingnya ya!

[1] Nama laptop ini keren tidak? 😀 Nama Lapenci (Si Enci) sengaja saya pilih karena laptop ini dibeli dari hasil penjualan unit Puri Nirana Cigelam (PNC) tempo lalu. Yes, saya adalah seorang broker properti syariah 😀

Advertisements

17 thoughts on “[Individual Review] Laptop ASUS X441S

  1. Alhamdulillah, selang beberapa puluh menit pascaposting esai ini, cooling fan laptop saya bisa berputar lagi! Saking penasarannya, saya tiup lagi dan lagi bagian dalam laptop dari celah-celah lubang ventilasi dan, whuuuuuuuussssss! Angin dari dalam berhembus kencang lagi! 🙂

    Sepertinya dari kemarin fan-nya mengalami kemacetan gara-gara Si Komo lewat 😀

  2. Saya lebih menyarankan beli laptop bekas klo budget 4jt kurang…laptop2 bekas keluaran 2-4thn lalu yg dulunya harga 6-8jt masih jauh lebih bertenaga & berkualitas komponennya daripada laptop2 baru sekarang harga <4jt

    Apalagi processor intel celeron N seris merupakan processor yang sangat lambat, masih lebih lambat dibanding core 2 duo keluaran 2008 sekalipun.

    Dengan laptop seken hrga 3.5jt bisa didapat sekelas core i3 yg rata2 masih ckp bagus fisiknya, dan tidak jarang core i5 keluaran 2013

    1. O gitu ya? Tapi kalau lapto bekas, agak rentan juga karena perawatan si pemakai awalnya yg gak kita ketahui. Hehe. Kalau ada sohib yg jual laptop seken, bolehlah. Tapi pasti susahnya minta ampun mendapati kenyataan ada sohib yg jual laptop bekas yg kita mau 😀

  3. aq jg pengguna asus seri ini, sdh 6 bulan pemakaian aman-aman aja. tapi beberapa hari ini setiap kali nyalain, selalu muncul “your windows license will expire soon”. padahal aq sdh update windowsnya sampai kuota kering. tp itu tulisan msh muncul aja tiap kali dinyalain. abang punya solusi ngak ? bantuin dong…

  4. Saya baru aja mau beli laptop ini dari orang yg dapet hadiah dikantornya baru kepake 3bln saya mau beli dengan Harga 2,5jt kira2 worth it gak tuh dgn harga segitu?

    1. Banyakin opinion dari kanan kiri atas bawah aja, Mas 😁

      Kalau untuk komputasi harian sih, lumayan. Cuma karena kerjaan saya mesti selalu connect dengan internet, ini yang mungkin tidak sy rekomendasikan, karena terkadang suka kurang responsif.

  5. om, sbnrnya ada yang salah sama perlakuan om sama si leptop. harom hukumnya menggunakan laptop di kasur ato semacamnya. krn suhu pasti lebih panas. air flow terganggu. saran siy om, klo mau pake di kasur ato bidang empuk lainnya, sebisa mungkin menggunakan tatakan/alas keras.

  6. Saya jg pengguna x441s itu wajar …. klw pakai game atau software jangan berat berat dan klw bisa ram nya di upgrade jd 4 gb harganya 600k -800 dan klw mau connect internet lebih baik pake wi fi (semacam mi fi andromax) dibanding pake modem colok…. software yang ada di desktop yang ngga pernah dipake SAMA SEKALI itu saran di hapus aja (bukan driver bawaan) . Abang situ pcnya support smart gesture?

    1. Iya, saya juga buangin software2 yg gak produktif (buat saya).

      Btw, iya ya, kerasa beda aja kalau pake modem colok dibanding sama mifi atau tethering. Tapi anehnya tiap pake produk Googel kok malah suka agak ngelag gitu ya? 😕

  7. Ada yg tau…? windows 8.1kan support smart gestur tapi kok laptop sy ngga support setiap kali instal lalu reboot driver keyboardnya mati total

Ada yang ingin disampaikan?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s