[Individual Review] Nokia 3/TA-1032

Tidak akan ada foto produk di sini. Malas ambil foto. Entah kalau nanti. Tunggu saja.

Iseng tidak iseng saya ingin memberikan review –yang tentunya bersifat individual– tentang gadget yang belum sebulan ini menemani saya.

Semua bermula saat negara api menyerang layar Sony Experia punya istri saya retak karena terbawa jatuh dan harus menanggung beban berat badan istri saya yang sebetulnya tidak berat dan juga tidak ringan.

Maklum sih, karena layarnya tidak dilindungi Undang-undang lapisan pelindung.

Akibatnya, Xperia yang saya lupa model apa dan berapa itu tidak bisa dioperasikan dan saya harus mewariskan Asus Zenfone Go 5 kepada istri saya (baca: asyik, saya harus membeli HP baru! :D).

Sebetulnya saya malas untuk ganti HP karena setahun ini sudah merasa nyaman dengan yang ada. Tapi daripada harus membelikan HP baru untuk istri saya yang bahkan tidak peduli mau merek apa dan spesifikasinya bagaimana, ya mending saya yang pakai HP baru kan? 😀

Setelah menimang berbagai faktor, akhirnya saya menjatuhkan pilihan pada Nokia 3 yang katanya baru resmi dijual di Indonesia pada akhir 2017 lalu.

Sebelum memutuskan untuk membeli Nokia 3, seperti biasalah, saya juga seperti kalian yang mungkin akan melihat dulu review-review yang ada.

Sepertinya belum ada yang mereview si Nokia 3 lewat tulisan dan berdasar pengalaman pribadi sehari-hari. Daripada review yang dilakukan oleh so-called pakar gadget, saya lebih senang menyimak ulasan individual dari seorang yang tak terekspos kecuali dari blog-blog individual miliknya sendiri.

Sayangnya ya belum ada, dan inilah –mungkin– saya yang akan memberikan individual review tentang si Nokia 3 ini! 😀

***

Individual review dari saya ini dijamin tidak ada yang menyerupainya.

Kenapa?

Karena saya tidak akan memberi tahu kalian tentang si Nokia 3 ini yang dibuat dengan prosesor apa, RAM-nya berapa, internal storage-nya berapa, fitur apa saja yang dibawanya, dan hal-hal lazim lainnya yang sudah terlalu jenuh disebut-sebut oleh mereka yang biasa memberikan ulasan.

Termasuk performanya.

Performa suatu gadget, ya si Nokia 3 ini juga, sebetulnya hanya kita sendiri yang bisa menilainya; apa sudah cukup mengesankan, sudah cukup enak dioperasikan, atau sudah nyaman digunakan (dengan standar produktivitas kita sendiri).

Stop mengikuti apa kata orang!

Sebagai maklumat awal, boleh lah kita mendengar apa kata orang tentang sesuatu, tapi ya jangan diambil mentah-mentah juga.

Kadang saya tidak mengerti, ada orang yang me-review Nokia 3 ini katanya tidak lancar saat digunakan untuk bermain game HD.

Hallllllloooooowwww? Dengan siapa ini dan di mana? Ayolah, orang itu kan tahu si Nokia 3 ini spesifikasinya apa!

Memangnya si Nokia 3 ini ponsel yang dikhususkan untuk main game sebagaimana hobinya?

Memangnya seorang maniak game akan milih ponsel sederhana seperti si Nokia 3 ini?

Memangnya semua orang akan memerhatikan setiap uji coba yang dilakukannya? Yang bahkan tidak semua orang butuhkan…

Jadi, saran saya sih kalau kalian lagi baca ulasan aneh ini karena terbersit ingin membeli Nokia 3 atau ingin mengetahui seperti apa sebenarnya performa si Nokia 3 ini buat kalian yang sudah punya,

berhentilah menyandarkan produktivitas kita sendiri pada standar orang lain yang belum tentu sama.

Sekian dan menerima kasih.

 

Advertisements

Ada yang ingin disampaikan?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s