2017

Kasihan Si Tahun Baru, (kalau sampai) disambut oleh manusia yang tak ada baru-barunya sedikit pun.

Advertisements

Pertempuran Syam: Nubuat dan Persiapan Kita

Berikut adalah makalah sederhana yang dua minggu ke belakang sempat setengah saya sampaikan dalam sebuah halaqah syahriyyah. Setengahnya lagi dibaca oleh seorang kawan karena di tengah-tengah pembacaan saya tak kuasa untuk sekadar melanjutkan. Tercekangnya tenggorokan beberapa kali saat menyusunnya rupanya memanjang sampai saat saya menyampaikannya di muka umum. Isinya, saya akui, amat jauh dari kesan … Continue reading Pertempuran Syam: Nubuat dan Persiapan Kita

Ditukar Surga

Candra adalah seorang anak yang kehilangan fungsi penglihatannya. Ya, dia adalah seorang tunanetra sejak lahir. Karenanya Candra tidak pernah tahu seperti apa warna merah, kuning, hijau, dan warna-warna yang lainnya. Ia juga tidak pernah tahu secantik apa ibunya dan seganteng apa pula ayahnya. Yang ia tahu hanyalah suara mereka, bahwa suara ayah dan ibunya semerdu … Continue reading Ditukar Surga

Fitrah dan Dakwah

Fitrah dan Dakwah[1] Banyak orang menganggap bahwa fitrah adalah sama dengan suci. Sering dikatakan setelah berpuasa Ramadan sebulan penuh dan memasuki Idul Fitri, bahwa mereka kembali fitrah; kembali suci sebagaimana seorang anak yang baru saja terlahir ke dunia –tanpa dosa.[2] Pemahaman ini sudah sedemikian melekat pada sebagian kaum Muslim. Yang menjadi persoalan, benarkah yang demikian … Continue reading Fitrah dan Dakwah

#14

[#14] I M P L O R A (Sejak jiwa manusia dipenuhi oleh nafsu, kebaikan tidak akan pernah bisa ditentukan oleh kita dengan jemawa. Karena sering, jika kita mau membuka mata hati, kebaikan ada pada hal-hal yang kita tolak atasnya dan baru kita dapati di akhir kejadian. Maka, jelilah dalam mencari pelajaran yang tersembunyi, sebab … Continue reading #14

#13

[#13] PERPUSTAKAAN (Katakan pada anak-anak kita dengan tegas, apakah itu dengan ucapan atau perlakuan, jangan sekali-kali mereka melakukan apa yang kita kehendaki untuk tidak dilakukannya. Jika hanya berusaha untuk mengalihkan perhatiannya, maka berhati-hatilah karena mereka akan mencari celah di perhatian kita yang bolong-bolong) Sekarang hari Selasa. Besok menjadi hari pertama saya dan Andi akan memberikan … Continue reading #13

#12

[#12] SPECIAL NEEDS COORDINATOR (Altruisme menjadi sikap yang paling baik jika kita mau memaknai hidup. Sebab hidup ini berkelompok, dan bukan hanya kelompok kita saja yang hidup) Saat hendak beranjak dari bangku untuk istirahat, dua orang perempuan muda menghampiri saya. Satu berkerudung dan yang satunya lagi tidak. Saya jadi terhalang untuk mendampingi Jidan istirahat di … Continue reading #12

#11

[#11] BELAJAR DI LUAR (Sekali lagi kita harus bertanya: jika pengalaman adalah guru terbaik, maka mengapa banyak guru di sekolah justru menjadi sipir bagi murid-muridnya?) Bunyi dentuman benda tumpul serupa penghapus papan tulis membletak pada pintu kelas saat kami hendak memasuki kelas. Bekas peraduannya memutih karena debu kapur meruyak pada dinding pintu. Sebelumnya, Rizal, anak … Continue reading #11

#10

[#10] BAUR (Sebuah adagium berbunyi: perbedaan adalah rahmat. Tapi rahmat dari perbedaan bisa kita kecapi hanya jika kita berusaha untuk saling mengisi dan memberi makna atasnya) Seperti biasa, jalanan kampus yang saya lalui pagi ini dinaungi oleh cuaca yang cerah. Langit masih berwarna biru dengan sapuan awan putih bak kelebat asap yang tampak melambat. Hijau … Continue reading #10

#9

[#9] MENGENALI ANAK (Antara kita dan mereka, anak-anak berkebutuhan khusus itu, ada wadah komplementaritas. Makanya, Tuhan tidak akan pernah dapat kita pertanyakan atas ciptaanNya tersebut. Justru kitalah yang akan ditanya olehNya atas sikap kita terhadap ciptaanNya itu) Ramadhan sudah lewat dan kami merayakan hari raya Idul Fitri sebagai selebrasi untuk melepasnya. Berharap sekarang kami benar-benar … Continue reading #9

#8

[#8] RAMADHAN DAN OLI (Seiring dengan putaran roda hidup yang terus berputar, kehidupan yang berjengit memastikan kita bahwa kesabaran itu sungguh tak berbatas. Maka kalahlah jika kemudian kita berkata, “Kesabaranku sudah habis!”) Seminggu sebelumnya, nuansa yang begitu saya rindukan setiap tahunnya mulai berkecambah lagi. Ia hadir, tumbuh dalam setiap jiwa insan yang merindukan pahala amalan … Continue reading #8

#7

[#7] INKLUSI? (Ulit membuat kita sulit, dan mudah karena berjemaah. Jika hanya sekolah yang menjalankan pendidikan sendiri, negeri ini basi karena komponen tidak bersinergi) Di sekolah ini memang tidak pernah ada koordinasi antara pihak sekolah dengan guru pembimbing khusus kecuali ada inisiatif awal dari salah satu pihak. Kira-kira, begitulah yang saya lihat sejak pertama kali … Continue reading #7

#6

[#6] WARUNG MAK AI DAN IBU-IBU (Konon katanya, pengalaman adalah guru terbaik. Tapi mengapa di banyak sekolah sangat jarang sekali peserta didik diberikan sejumlah pengalaman penuh makna, justru yang ada adalah kekangan kurikulum yang begitu kaku?) Pada benteng pendek berkeramik di depan jendela warung, Jidan mulai duduk bersama ibu-ibu yang sedang menunggui anaknya sekolah. Kepada … Continue reading #6

#5

[#5] ASESMEN (Mencermati sesuatu dengan sedetail-detailnya sering dirasa sebagai pekerjaan yang buang-buang waktu. Tapi tidak bagi mereka yang dalam pemahamannya, rasa tanggung jawab meruyak hingga mengendalikan sikapnya. Energi yang dikeluarkannya menjadi tidak sesia-sia aktivitas mereka yang menyinisi. Berbahagialah) Sebenarnya saya bingung tentang pembelajaran seperti apa yang tepat untuk diberikan kepada Jidan. Saya masih melakukan observasi … Continue reading #5

#4

[#4] PERTANYAAN YANG SAMA (Sesuatu yang berharga, kadang berawal dari perkara yang tidak pernah kita kira akan begitu menyebalkan. Bersabar menjadi sikap yang perlu kita terapkan tanpa henti) Lokasi sekolah tepat berada di sisi barat kampus, sedang rumah kontrakan saya di sisi selatannya. Karena itu, memasuki area kampus adalah jalan yang mesti saya tempuh. Dan … Continue reading #4

#3

[#3] KESENJANGAN TEORI (Sesuatu yang kita tanggungjawabi, maka pelajarilah ia dari akarnya sehingga kita benar-benar bisa mempertanggungjawabkannya dengan tidak main-main. Dan semua berawal dari kita mesti memikirkannya dengan serius agar mendalam dan cemerlang) Sepulang sekolah, saya mulai menghempaskan tubuh di atas kasur di rumah kontrakan. Rasa capai dan lelah yang hinggap pada tubuh ini begitu … Continue reading #3

#2

[#2] LAPANGAN (Kesempatan itu datang tidak hanya satu kali. Sebab Tuhan memberi ganti pada kali lain. Isi bisa beda. Tapi pengalaman tetaplah sebuah perjalanan yang harus kita maknai) Saya mendapat tawaran menjadi guru pembimbing khusus anak autistik di sekolah inklusi ini dari Ana, salah seorang rekan kuliah. Waktu itu kami sedang berada di kantor jurusan … Continue reading #2

#1

[#1] KESAN PERTAMA (Perjumpaan mengantarkan kita pada sebuah perkenalan. Sebelum itu terjadi, kita benar-benar jauh dari kenyataan) Saat saya menahan tubuhnya, tangan kami saling beradu. Berjatuhanlah roncean manik-manik pada gelangnya. Kontan kemarahannya bertambah-tambah. Energi simpanannya menyeruak memancing energi simpanan saya. Tak tanggung-tanggung, dia langsung memukuli punggung saya. Belum lagi tendangan kakinya pada betis dan paha … Continue reading #1

#0

[#0] - PROLOG   Saya sebenarnya tidak ingin berkata begini, tapi, jika saja waktu itu saya tidak membaca artikel tentang disleksia di koran yang saya langgani, saya mungkin tidak akan pernah kuliah di PLB sehingga bisa mengenal kelainan diri ini yang cukup kesulitan mengucapkan kata-kata berawalan huruf vokal dan kelainan-kelainan lain yang, ternyata, dialami banyak … Continue reading #0