#2

[#2] LAPANGAN (Kesempatan itu datang tidak hanya satu kali. Sebab Tuhan memberi ganti pada kali lain. Isi bisa beda. Tapi pengalaman tetaplah sebuah perjalanan yang harus kita maknai) Saya mendapat tawaran menjadi guru pembimbing khusus anak autistik di sekolah inklusi ini dari Ana, salah seorang rekan kuliah. Waktu itu kami sedang berada di kantor jurusan … Continue reading #2

Advertisements

#1

[#1] KESAN PERTAMA (Perjumpaan mengantarkan kita pada sebuah perkenalan. Sebelum itu terjadi, kita benar-benar jauh dari kenyataan) Saat saya menahan tubuhnya, tangan kami saling beradu. Berjatuhanlah roncean manik-manik pada gelangnya. Kontan kemarahannya bertambah-tambah. Energi simpanannya menyeruak memancing energi simpanan saya. Tak tanggung-tanggung, dia langsung memukuli punggung saya. Belum lagi tendangan kakinya pada betis dan paha … Continue reading #1

#0

[#0] - PROLOG   Saya sebenarnya tidak ingin berkata begini, tapi, jika saja waktu itu saya tidak membaca artikel tentang disleksia di koran yang saya langgani, saya mungkin tidak akan pernah kuliah di PLB sehingga bisa mengenal kelainan diri ini yang cukup kesulitan mengucapkan kata-kata berawalan huruf vokal dan kelainan-kelainan lain yang, ternyata, dialami banyak … Continue reading #0

Antar-mengantar

Bismillaahirrahmaanirrahiim... Naskah berikut yang akan saya publish secara moody dan berkala ini terselesaikan di akhir 2011, tepat setahun dari kali pertama saya menuliskan kata pertama di bab pertama. Sejak saat itu, saya mencoba untuk mengirimkan naskah ini ke sejumlah penerbit. Tentu saja dengan harapan agar bisa diterbitkan dan tersebar luas sejauh jangkauan penerbit. Tapi sampai saat ini, harapan itu … Continue reading Antar-mengantar

Opsi Diri

Menghadapi 15 anak berkebutuhan khusus beragam kelainan dalam satu kelas oleh seorang diri itu bukanlah hal biasa. Sangat tidak biasa. Tapi itu yang benar-benar terjadi di dalam perjalanan hidup saya menjadi seorang guru. Berdiri di depan seorang bocah tunanetra, tiga anak tunarungu, dua anak tunadaksa, lima anak tunagrahita, seorang tua beruban usia 40-an dan dua … Continue reading Opsi Diri

(Bab 46)

Aku kehilangan tawa mereka di kelas. Saat cerah ataupun mendung. Penantian mereka di bangku masing-masing benar-benar menaruhkan rindu di palung hatiku. Sesuci dan sepolos itu, di tanah ilusi yang dimanipulasi orang. Bagaimana aku menjadi muak mendapatinya. Sampai sekarang, saat aku berada di luar, dan entah menjadi apa dan siapa. Dua remaja tunarungu putri yang kudapati … Continue reading (Bab 46)

Tersimpuh Di Tengah Ingar-bingar Dunia

Betapa tidak pernah sunyi telinga ini dicekoki bunyi-bunyi tak sehat; mata ini terpaksa melihat sampah-sampah visual yang bertebaran; dan mulut ini diajak untuk berkata-kata yang amat tidak perlu. Menjauhlah, tundukkan pandangan, dan diamlah, atau kita tidak akan pernah terlihat keren sama sekali.

Pekik

Jika terjadi peristiwa pemboman di Barat, dunia serempak berpaling kepadanya dan mengucapkan bela sungkawa. Tak lupa membela para korban yang hanya satu dua, dengan sepenuh perasaan dengan membawa HAM dan perkakas-perkakas standar ganda yang semisal. Tetapi ketika ribuan nyawa melayang di Mesir akibat Si Biadab Sisi, ribuan lainnya tewas akibat senjata kimia Si Assad Laknatullah … Continue reading Pekik

(Bab 45) – Novel Anak Autistik

Pada suatu pertemuan, saya ditanya seorang rekan perihal buku. Katanya, apakah saya menyusun buku. Tidak, saya bilang. Melalui jawaban tersebut saya memastikan bahwa buku dan novel itu berbeda. Bagi saya, dan juga pemaknaan atas maksud pertanyaan rekan saya tersebut, buku adalah suatu wadah sejumlah pengetahuan yang terkadang sudah tersistematiskan. Sementara novel, meski pun di dalamnya … Continue reading (Bab 45) – Novel Anak Autistik

Terpeleset

Kebanyakan dari kita terlena pada dunia yang bahkan hanya sempat terinjak dengan jempol kaki saja. Sisanya: terpeleset ke surga atau neraka. Saya paling suka konten tulisan ini. Tidak ada tendensius apa pun. Membacanya, bagi saya, menyenangkan saja. Serasa klop. Hijab mulai terbuka. Kalau bisa, ya kalau bisa, jika Riyadush Shaalihiin naik cetak dengan edisi mu'tamadah, … Continue reading Terpeleset

Kambang

Ini kisah yang dialami dosen saya yang tunanetra. Semoga kita bisa belajar dari cerita ini. Percakapan FB ini terjadi hari ini, 22 Maret, sekitar pukul 17:30. Dasim Budimansyah: Lagi di mana? Didi Tarsidi: Di rumah, Prof. DB: Bisa minta tolong? DT: Tolong apa? DB: Tolong kirim pulsa. Mobil saya mogok di Bogor. DT: Nomornya? DB: … Continue reading Kambang

(Bab 44)

Bagi kita yang merasa takut akan sebuah peristiwa –yang akan datang– dalam jalan kehidupan, tahulah sesuatu, bahwasanya ketakutan itu sedang melawan keimanan dan hendak menyitir sejumlah prasangkamu: “Akankah begitu?”, “Bagaimana ini?”, “Sebaiknya aku mundur saja.”, “Aku benar-benar tidak bisa!”, “Memang tidak seharusnya aku berlaku.”. Laungan sitiran dari ketakutan yang menguatkan prasangkamu terasa begitu nyata. Padahal … Continue reading (Bab 44)

Anotasi

Terus terang, saya tidak ingin nanti Risa, anak saya, tertarik akan suatu hal dan berujar, “Ayah, suatu saat nanti aku ingin menjadi peneliti keajaiban-keajaiban yang muncul dari setiap perintah ajaran agama kita!”, karenanya. *** Sudah seperti langit di siang bolong saja produk-produk ilmu pengetahuan sekarang. Begitu terang benderang. Dan, hampir saja seluruh umat manusia mengetahuinya. … Continue reading Anotasi

Pencitraan

Pada sebuah perjalanan, di sebuah angkot di Kota Sukabumi, saya mengambil tempat duduk tepat di belakang sopir. Di samping kirinya, duduk dengan manis seorang ibu yang cukup berumur berkerudung cokelat. Di bagian belakang, termasuk saya, ada tiga orang ibu-ibu bersama anak-anaknya. Sepanjang perjalanan, saya mendengarkan pembicaraan sopir dengan ibu-ibu yang duduk di sampingnya tersebut. Mulanya, … Continue reading Pencitraan

1/12

Sungguh tak pernah terbayangkan sebelumnya, ketika saya berdiri di depan kelas di pagi yang cerah dua hari ke belakang, di depan satu, dua, tiga, empat, lima, enam, tujuh, delapan, sembilan, sepuluh, sebelas, duabelas, anak berkebutuhan khusus dengan beragam keadaan. Di depan kiri saya, ada seorang anak yang organ bicara luarnya tak sempurna yang menempel pada … Continue reading 1/12